KARANGASEM – Truk galian C dilarang melintas di jalur pemedek, seperti jalan Muncan-Rendang atau Rendang-Nongan hingga Klungkung, selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Karangasem, Bali. Kepolisian Resor (Polres) Karangasem mengalihkan truk galian C untuk melintas ke jalur Sidemen.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Karangasem, AKP I Gusti Agung Putu Maha Putra, mengatakan akan ada petugas yang berjaga di simpang Selat agar tak ada truk yang melintas ke jalur Muncan dan sebagainya yang dilalui pemedek menuju Pura Agung Besakih.
Larangan truk galian C melintas di jalur pemedek, jelas Agung Maha, karena berkaca dari Karya IBTK tahun lalu. Waktu itu, truk galian C dibiarkan melintas di jalur pemedek menuju Pura Agung Besakih, tetapi terjadi insiden patah as roda. Kondisi itu menyebabkan kemacetan panjang.
“Jadi untuk meminimalisasi kejadian yang sama terulang, kami masih izinkan lewat di jalur Muncan-Rendang, tetapi pasir harus diangkut dengan pikap,” ucap Agung Maha, Jumat (3/4/2026). Ia berharap seluruh sopir truk untuk maklum mengingat ini merupakan hajatan hanya satu tahun sekali dan berlangsung hanya selama 21 hari.
Agung Maha mengungkapkan jumlah pemedek yang melakukan persembahyangan ke IBTK Pura Agung Besakih terpantau ramai sejak kemarin hingga kini. Beruntung, keramaian itu tidak menyebabkan macet. Pemedek diprediksi akan bertambah ramai saat akhir pekan ini.
Ratusan Personel Disiagakan
Agung Maha menuturkan sebanyak 194 personel kepolisian disiagakan untuk melancarkan jalan IBTK di Pura Agung Besakih. Ratusan personel kepolisian akan melakukan penjagaan di beberapa persimpangan jalan untuk mengurai kemacetan ketika terjadi lonjakan jumlah pemedek.
“Personel nanti akan berjaga selama 24 jam secara bergantian sesuai shift. Ada yang sif pagi, siang, dan malam,” kata Agung Maha.
Seluruh pemedek yang akan melakukan persembahyangan ke Pura Agung Besakih juga diimbau untuk mematuhi arahan dari petugas yang berjaga agar tidak menimbulkan kemacetan.
Semua pemedek yang baru datang akan diarahkan menuju jalur Menanga. Sementara pengguna kendaraan bus dan sejenisnya akan diarahkan menuju parkir Kedungdung. “Untuk mobil dan sepeda motor akan diarahkan menuju parkir Manik Mas,” ujar Agung Maha.
Selanjutnya, pemedek yang hendak pulang setelah sembahyang akan diarahkan menuju jalur Batusesa. Skema ini diharapkan memperlancar arus lalu lintas selama Karya IBTK di Pura Agung Besakih.
Sebagaimana diketahui, Karya IBTK di Pura Agung Besakih akan nyejer selama 21 hari. Puncak rangkaian upacara berlangsung pada Kamis (2/4/2026) dan penyineban alias penutupan akan dilaksanakan pada Kamis (23/4/2026). (DTB/SB)






