BADUNG – Sebanyak 38 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), resmi beroperasi di Pulau Bali. Sehingga Gubernur Bali Wayan Koster menggenjot 120 KDKMP hingga akhir Juli di Pulau Dewata.
“Kita di Bali yang sudah siap sebanyak 38 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan sedang berproses lagi sampai akhir bulan juli itu akan mencapai sebanyak 120 KDKMP,” uca Koster, usia peresmian KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung Minggu (17/5/2026).
Angka 38 KDKMP yang sudah siap tersebut menurutnya baru mencapai 5,3% dari total jumlah 716 Desa/Kelurahan di Bali. Namun angka tersebut akan terus ditingkatkan dimana pada akhir Juli 2026 jumlahnya ditargetkan akan mencapai 120 KDKMP atau sebesar 17% dari total kebutuhan.
“Nanti Bulan Juli akan disiapkan barang-barang yang akan dijual di koperasi dan di targetkan di awal Agustus sudah full bisa beroperasi dalam memberikan layanan usaha,” imbuhnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Koperasi merupakan bentuk instrument kemandirian ekonomi kerakyatan sekaligus merupakan fondasi bagi pemerataan pembangunan nasional.
“Pangan adalah hidup dan mati suatu bangsa. Menjamin pangan untuk 280 juta orang bukan pekerjaan ringan, namun kita berhasil,” jelas Prabowo.
Bangsa Indonesia harus dapat mandiri pangan dengan memenuhi seluruh kebutugan pangan dari dalam negeri, tidak hanya mengandalkan import. Swasembada pangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mmasyarakat dan juga Petani Indonesia.
Ditambahkan, Prabowo menjelaskan keberadaan Koperasi Merah Putih dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di Desa/Kelurahan dimana proyeksi uang beredar diperkirakan mencapai 10,8 Milyar pertahun per desa.
“Melalui koperasi merah putih nanti kita salurkan juga kredit-kredit murah untuk rakyat. Dengan koperasi ini pertumbuhan ekonomi kita akan nyata dan maju, setiap desa tidak akan bergantung kemana-mana lagi,” jelasnya.(WIR)






