Prabowo Dukung Pemanfaatan Laba BUMN untuk Danai Riset Perguruan Tinggi

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan dukungannya terhadap usulan agar sebagian laba badan usaha milik negara (BUMN) dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan riset di perguruan tinggi. Menurutnya, penguatan ekosistem riset nasional memerlukan keterlibatan dunia usaha, termasuk BUMN yang memiliki keuntungan setiap tahun.

Hal itu disampaikan Prabowo saat penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Minggu (28/6/2026).

“Saya mengusulkan agar laba BUMN dapat digunakan untuk pembiayaan riset perguruan tinggi. Mereka, BUMN ini ada labanya,” ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi langkah Danantara dalam melakukan konsolidasi BUMN. Menurutnya, pemerintah tengah melakukan pembenahan besar-besaran agar perusahaan pelat merah menjadi lebih efisien, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Prabowo menjelaskan jumlah BUMN yang semula mencapai lebih dari seribu entitas telah berkurang lebih dari 200 perusahaan melalui proses konsolidasi. Ke depan, pemerintah menargetkan jumlah BUMN dapat dirampingkan menjadi sekitar 250  perusahaan.

Ia menilai banyaknya perusahaan beserta struktur komisaris selama ini menyebabkan biaya operasional atau overhead menjadi terlalu besar sehingga mengurangi efisiensi perusahaan. “Ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak boleh hanya membayar overhead. Kita mau sekarang rasional, efisien,” tegasnya.

Presiden menargetkan proses restrukturisasi tersebut dapat diselesaikan dalam dua tahun. “Dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan, lebih bekerja untuk rakyat,” katanya.

Selain itu, Prabowo menyambut positif berbagai usulan yang disampaikan para akademisi dalam Sarasehan Kebangsaan, termasuk strategi hilirisasi yang diarahkan hingga menghasilkan produk akhir bernilai tambah tinggi, bukan hanya mengolah bahan baku.

“Saya kira ini yang kita cita-citakan. Tapi harus melalui proses itu dulu. Untuk tahap awal saja, membangun kemampuan pengolahan di Indonesia membutuhkan usaha yang sangat besar. Tapi insya Allah kita akan menuju ke situ,” ujar Prabowo. (MK/SB)

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BERITA POPULER